OTA seperti Traveloka, Booking.com, atau Agoda memang sangat membantu hotel mendapatkan tamu. Tapi kalau terlalu bergantung pada OTA, ada satu masalah besar: komisi.
Sedikit-sedikit, margin keuntungan hotel terkikis.
Kabar baiknya, meningkatkan direct booking itu sangat mungkin dilakukan, bahkan tanpa budget besar. Yang penting bukan canggih, tapi konsisten dan tepat strategi.
Direct booking adalah pemesanan kamar yang masuk langsung ke hotel, misalnya lewat:
Website hotel
WhatsApp hotel
Telepon
Media sosial
Kenapa direct booking penting?
Tidak kena komisi OTA
Komunikasi langsung dengan tamu
Lebih mudah bangun loyalitas
Intinya:
Direct booking = keuntungan lebih sehat.
Kesalahan umum:
Website ada tapi jarang di-update
Terlalu ribet
Tidak jelas cara booking
Website hotel tidak perlu mewah, yang penting:
Mudah dibuka di HP
Info kamar jelas
Ada tombol booking yang kelihatan
Wajib ada di website hotel:
Foto kamar asli
Harga atau minimal “mulai dari”
Tombol WhatsApp / Booking Sekarang
Lokasi hotel
Kalau tamu bingung, mereka langsung lari ke OTA.
Untuk hotel di Indonesia, WhatsApp itu raja.
Banyak tamu lebih nyaman:
Tanya dulu
Nego ringan
Minta rekomendasi kamar
Tips WhatsApp direct booking:
Gunakan WhatsApp Business
Balas cepat dan ramah
Siapkan template chat (biar tidak capek ngetik)
Contoh kalimat sederhana:
“Terima kasih sudah menghubungi Hotel kami, boleh dibantu tanggal menginap dan jumlah tamu?”
Respons cepat = peluang booking naik.
Kalau harga sama persis dengan OTA, tamu akan tetap pilih OTA.
Maka, beri value khusus untuk direct booking, misalnya:
Harga sedikit lebih murah
Free early check-in
Free late check-out (jika tersedia)
Welcome drink
Upgrade kamar (jika tersedia)
Penting:
Tidak harus diskon besar, yang penting eksklusif.
Banyak tamu menemukan hotel lewat Google Maps, bukan OTA.
Pastikan:
Foto hotel lengkap & terbaru
Nomor WhatsApp aktif
Deskripsi hotel jelas
Review dibalas dengan sopan
Trik penting:
Aktifkan tombol Chat / Call di Google Maps.
Ini jalur direct booking gratis yang sering diremehkan.
Banyak hotel pasang iklan tapi malah:
👉 Mengarahkan tamu ke OTA (rugi dua kali)
Gunakan Google Ads untuk:
Arahkan ke website hotel
Arahkan ke WhatsApp
Contoh keyword:
hotel dekat stasiun [kota]
hotel murah [kota]
penginapan keluarga [kota]
Ingat:
Iklan harus berujung ke channel milik hotel sendiri.
Kesalahan besar:
Tamu check-out, lalu dilupakan
Padahal tamu lama adalah:
Target paling murah
Peluang booking paling besar
Yang bisa dilakukan:
Simpan nomor tamu
Follow-up sopan via WhatsApp
Kirim promo ringan saat low season
Contoh:
“Halo Bapak/Ibu, kami dari Hotel ___, ada promo khusus tamu lama minggu ini 😊”
Tidak harus viral atau punya ribuan follower.
Gunakan Instagram / Facebook untuk:
Posting kamar asli
Promo direct booking
Testimoni tamu
Info event di sekitar hotel
Tips penting:
Sertakan selalu:
“Booking langsung via WhatsApp”
Tamu booking langsung butuh rasa aman.
Bangun trust dengan:
Review Google ditampilkan
Foto asli, bukan editan berlebihan
Informasi jelas & jujur
Admin fast response
Hotel yang terlihat profesional akan lebih dipercaya meski tanpa OTA.
OTA itu partner, bukan musuh. Tapi hotel yang sehat adalah hotel yang:
Tidak 100% bergantung pada OTA
Punya jalur direct booking sendiri
Bisa mengontrol tamu & keuntungan
Kunci meningkatkan direct booking:
Website simpel
WhatsApp aktif
Value eksklusif
Google Maps & Google Ads
Pelayanan cepat dan jujur
Pelan-pelan, direct booking akan naik dengan sendirinya.
Cari contoh deskripsi kamar hotel yang menjual di OTA & website? Temukan panduan praktis & contohnya di sini untuk meningkatkan...
Selengkapnya
Sedang cari tahu biaya bikin dapur rumah subsidi tipe 30/60? Ini dia rincian biaya lengkap, tips hemat, dan desain dapur...
Selengkapnya
Tingkatkan trafik, leads, dan omzet bisnis Anda dengan jasa SEO profesional di Bandung. Gratis audit & konsultasi dari jasaseojoss.com!...
SelengkapnyaClick one of our representatives below to chat on WhatsApp or send us an email to ahmadsyarifudin798@gmail.com
